Skip to content

Kasus kecurangan Klien pada Property Agent

27 Agustus
Kasus – Kasus Kecurangan yang dialami seorang Property Agent mengenai direct selling klien pembeli dengan dengan Pemilik Property / Rumah (melakukan transaksi tanpa sepengetahuan Property Agent nya) kerap terjadi. Mengapa hal seperti ini bisa terjadi dan sering terjadi ? Kadang memang sebelum menuding alangkah baiknya koreksi diri dulu, bisa jadi ada yang terlewat begitu saja tanpa disadari oleh Property Agent nya. Bisa jadi juga mentalitas masyarakat pengguna jasa broker properti, kelemahan servis dari broker atau perangkat peraturan dan undang-undang yang belum mendukung profesi broker di Indonesia.

transaksi-bawah-tangan-markus.jpg

Sebagai contoh pemasangan tanda di jual / FOR SALE pada property hunian terutama yang dalam kondisi dihuni sebenarnya kurang baik atau menguntungkan. Karena yang terjadi di lapangan sang Pembeli (calon buyer) sering menghasut Pemilik Property / Rumah tanpa kehadiran Property Agent. Pemilik Property / Rumah juga disibukkan dengan kedatangan pembeli tanpa perjanjian waktu. Si Calon Pembeli mengatakan tidak berminat dengan rumah yang dilihat dari spanduk di jual. Alasannya setelah mengetahui harga, ternyata diluar kemampuannya. Entah apa tujuannya, Pembeli (calon buyer) yang “NAKAL” ternyata malah mengetuk rumah tersebut dan berkenalan dengan Pemilik Property / Rumah tanpa melalui Property Agent Padahal pembeli memberitahu ke agen tidak berminat dengan rumah tersebut (dari sini kita sudah bisa menebak itikad yang sangat tidak terpuji dari calon Buyer tersebut. Disinilah terjadi kecurangan, karena Pemilik Property / Rumah dan Calon pembeli sepakat tidak memberi tahu agen tentang adanya transaksi, bahkan menyembunyikan.

Deteksi Kecurangan tersebut bisa melalui pencarian info seputar proses Renovasi perbaikan rumah, adakalanya Si pembeli memang sedang butuh cepat untuk ditinggali, jadi begitu harga transaksi akan langsung ditempati (investigasi Property Agent pastinya melalui Tukang yang memperbaiki rumah tersebut), alhasil biasanya “mereka” yang nakal sudah tahu hal ini dan mengantisipasi dengan :

  • Memproteksi si tukang supaya mengatakan kalau rumah tersebut memang sedang diperbaiki karena alasan bocor dan lain sebagainya oleh si Pemilik rumah
  • Menunggu jadwal perbaikan rumah sampai masa Exclusive Listing sudah Lewat, lebih kurang 3 Bulan, jadi si Property Agent tidak bisa men somasi (menuntut komisi berdasarkan perjanjian sewa yang sudah disepakati di awalnya)

Kalaupun sudah mentok langkah terakhir biasanya melalui jaringan Notaris karena mereka yang paling tahu update transaksi yang sedang terjadi.

Namun mencegah lebih baik daripada mengobati, upaya preventif yang dirasa cukup efektif adalah pendekatan personal dengan Pemilik Property / Rumah. Berikan servis yang terbaik. Berikan informasi kemungkinan permintaan calon pembeli untuk membohongi agen. Jelaskan isi perjanjian jasa pemasaran dengan lengkap.

Dan jangan lupa tetaplah berdoa, karena “

tidak ada yang dapat memberi apa – apa yang DIA tahan, dan tidak pula ada yang kuasa dapat menahan apa yang sudah DIA beri

“.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: